Asyiknya Menikmati Paralayang di Matantimali
Paralayang atau luncur layang tak hanya bisa dinikmati dengan ikut terbang. Di Bukit Matantimali, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, atraksi terbang menggunakan parasut ini bisa dinikmati dengan hanya duduk manis di atas hamparan rumput hijau.
Minggu (27/7/2025) sore, di Matantimali, angin bertiup tak seberapa kencang. Mendung yang sebelumnya menggantung di atas Teluk Palu perlahan pergi. Matahari kembali bersinar. Dari bukit ini mata memang dimanjakan dengan pemandangan teluk dan Lembah Palu yang dikelilingi bukit.
Tak heran, bukit dengan ketinggian 809 meter di atas permukaan laut ini menjadi salah satu lokasi yang kerap dituju warga Palu dan sekitarnya setiap akhir pekan. Apalagi, di tempat ini pengunjung bisa menikmati atraksi paralayang.
”Kita tunggu sebentar lagi. Kalau anginnya sudah pas, kita langsung terbang,” kata Habib Ahmad, salah seorang paraglider yang sore itu akan membawa seorang wisatawan terbang tandem.
Di Sigi dan Palu, paralayang tak lagi sekadar cabang olahraga petualangan, tetapi menjadi atraksi dan tujuan wisata yang kian menarik minat banyak orang. Selain Matantimali, satu bukit lainnya yang juga menawarkan wisata dan atraksi serupa adalah Bukit Salena.
Jika Matantimali secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Sigi, Salena masuk dalam wilayah Kota Palu. Walau demikian, keduanya menawarkan pemandangan yang sama, yakni Kota Palu yang juga kerap mendapat julukan ”Kota Lima Dimensi”.
Baca selengkapnya di :
https://www.kompas.id/artikel/asyiknya-menikmati-paralayang-di-matantimali



Komentar
Posting Komentar