Jejak Pionir: Embrio Olahraga Dirgantara di Tanah Air
Sejarah paralayang di Indonesia tidak ditulis dengan tinta emas di atas meja mewah, melainkan dengan keringat dan keberanian di bukit-bukit terjal. Pada tahun 1980-an, ketika teknologi masih sangat terbatas, para pionir dirgantara kita harus berjuang secara otodidak. Mereka menggunakan parasut yang berat dan kaku, mencoba memahami aerodinamika melalui uji coba yang sering kali berakhir dengan luka lecet. Dari Bukit Sentul hingga pegunungan di Yogyakarta, mereka membuktikan bahwa bangsa ini memiliki nyali untuk menaklukkan langit. Apa yang kita lihat sekarang sebagai industri wisata yang mapan adalah buah dari kenekatan mereka yang bermimpi bisa melihat Indonesia dari sudut pandang seekor elang.
Baca selengkapnya :



Komentar
Posting Komentar